Selalu berhasil perasaan ini mengambil alih pikiran, yang salah pun terlihat seolah jawaban.
Sulit dimengerti mengapa logika ini selalu menjauh dikala perasaan ini datang menjamu.
Yang ku tau jarak ini bertanggung jawab atas adanya rindu yang menghadirkan pilu.
Walaupun kadang sedikit tenang ketika sang waktu datang dan memberi setitik terang.
Seakan memberi jawaban dari semua keresahan yang membentuk pertanyaan.
Sangat tidak pantas melakukan pemaksaan dan menyuruh mu untuk bertahan.
Jelas memaksa bukanlah pilihan, itu hanya menujukkan sisi kelemahan.
Silahkan untuk pergi jika memang ini sudah tidak pantas dijalani,
tahan kata pisah jika memang harapanpun masih ingin mencoba.
Pasti tersirat sedikit resah, tapi kepada Tuhan lah kita berserah.
Mungkin kita sedang lelah, jiwa pun mulai melemah,
Pikiran mulai tak ter-arah, akhirnya terlintas pikiran untuk pasrah.
Ada baiknya kita berhenti dulu sejenak
Melepas penat yang mengundang ego dalam berpendapat,
kemudian marilah kita beranjak menentukan kemana seharusnya kita berpijak
Sekian ~
bertatap muka ku rasa tidak memungkinkan, maka tulisan ini ku utus untuk mewakilkan
Subscribe to:
Posts (Atom)