Wanita perangkai kasih tulus tanpa putus (Ibu)
Tahun ke tahun. Bulan ke bulan. Minggu ke minggu. Hari ke hari. Menit ke menit. Detik ke detik. Perlahan namun pasti, waktu berjalan ke depan tanpa kuasa mengambil yang di belakang.
Banyak sudah hal yang engkau korbankan, hanya untuk melihat diriku disinggahi oleh kebahagiaan.
Semua memori bagai baru berselang, gundah gulana sampai canda tawa. Ku kira ingatan itu sudah hilang, ternyata ia mengakar di relung jiwa.
Nafas dalam sering kali engkau hela, rongga dada mu kembang kempis payah. Menghadapi aku yang keras kepala, dirimu tak pernah jerah.
Tak peduli seberapa aku membebani dan melangkah pergi, sebuah peluk terbaik selalu menanti bila aku kembali.
Benar adanya bahwa engkau malaikat tak bersayap, keadaan apapun tak mampu membuat kasih mu lenyap.
Jujur.. bertambah usiamu membuat ku hilang ketenangan. Gelisah akan sebuah kesempatan, untuk melihat mu menatapku dengan kebanggaan.
Mungkin seringkali aku terlihat tak peduli. Percayalah.. aku hanyalah lelaki yang tak pandai lisankan hati.
Keinginan ku di hari ini dan dimasa depan untuk dapat menjadi seorang seniman, yang pandai mengukir di wajahmu sebuah senyuman pertanda kebahagiaan.
dalam tulisan ini tersirat esensi walau tanpa sensasi, agar engkau mengerti betapa engkau aku cintai
- MoammerBahreza-